Kenaikan Harga Rumah Bersubsidi di Tahun 2017

Sebagai langkah mengatasi backlog dan menyediakan hunian untuk rakyat, pemerintah kemudian menerapkan program rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun ada beberapa ketentuan yang wajib diterapkan oleh pengembang rumah subsidi.


Antara lain adalah dengan memberi tawaran uang muka mulai dari 1%, jangka waktu kredit (tenor) hingga 20 tahun, serta suku bunga flat sebesar 5%. Hal itu diterapkan dengan maksud untuk mempermudah masyarakat kelas bawah dalam memiliki rumah.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan maksimal harga rumah subsidi agar klasifikasinya lebih jelas. Bahkan hingga 3 tahun ke depan, Kementerian Keuangan dan Kementerian PU-Pera telah menetapkan batasan harga rumah subsidi yang berlaku. Jika lebih dari harga tersebut, berarti tentu saja rumah itu sudah tidak termasuk rumah subsidi.

Berikut adalah daftar maksimal harga rumah subsidi yang terbagi atas wilayah–wilayah tertentu hingga 3 tahun ke depan.



Untuk mendapatkan fasilitas rumah subsidi, ada beberapa syarat yang harus dimiliki, antara lain adalah penghasilan bulanan yang tidak boleh lebih dari Rp 4 juta, belum memiliki rumah dengan menyertakan bukti keterangan dari Kepala Desa atau Lurah setempat, memiliki NPWP, serta belum pernah mendapat subsidi perumahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: